Belajar di mana saja, Kapan saja, Dengan siapa saja

Friday, July 18, 2014

Adaptasi Fisiologi pada Makhluk Hidup

Berbea dengan adaptasi morfologi yang tampakdari luar diri makhluk hidup, adaptasi fisiologi tidka begitu tampak sehingga sulit mengenalinya. Hal ini karena berkaitan dengan fungsi organ tubuh bagian dalam. Beberapa contoh adaptasi fisiologi pada makhluk hidup sebagai berikut.

Adaptasi terhadap kadar oksigen
Oksigen merupakan zat yang sangat diperlukan makhluk hidup untuk pernafasan. Oleh karena itu, perubahan kadar zat tersebut di lingkungan akan sangat mempengaruhi aktivitas organ tubuh.
Di berbagai tempat dengan ketinggian yang berbeda, kadar oksigennya akan berbeda. Kadar oksigen di daratan rendah cukup tinggi. Makin tinggi suatttu tempat, kadar oksigeeen nya semakin rendah. Apa yang akan terjadi, jika seorang berpindah dari daratan rendah ke daratan tinggi atau sebaliknya ?
Ingatlah bahwa oksigen dari alat pernafasan akan diangkut ke sel-sel tubuh oleh sel darah merah (eritrosit). Di dataran rendah kadar oksigen udara cukup tinggi sehingga absorbs oksigen oleh pembuluh darah kapiler dapat berlangsung secara efektif dengan jumlah erotrosit yang normal. Apa yang akan terjadi apabila jumlah eritrositnya normal pindah ke dataran tinggi yang kadar oksigennya rendah ? karena yang bertugas mengakut oksigen di dalam tubuh adalah eritrosit, tubuh akan beradaptasi secara fisiologis dengan meningkatkan jumlah eritrosit (sel darah merah). Dengan demikian, pengikatan oksigen di dalam alat pernafasan dapat berjalan efektif.
Adaptasi pada system pencernaan
Pernakah kam melihat saluran pencernaan herbivore, misalnya sapi ? saluran pencernaan nya herbivore panjang dan menghasilkan enzim selulase yang dapat menguraikan selulosa. Dengan adanya selulose, pencernaan makanan yang berupa tumbuhan menjadi lebih mudah. Ingatlah, sel tumbuhan mempunyai dinding yang kuat, yang sulit untuk dicerna hewan.
Adaptasi fisiologi pada system pencernaan juga terjadi pada cacaing Teredo navalis (hewan semacam kerang pengebor). Hewan ini sering disebut cacing kapal karena perusak kayu galangan kapal. Teredo navalis muda yang baru menetas mempunyai sepasang cangkok. Pada tepi cangkok terdapat gigi mirip kikir yang berfungsi mengebor kayu. Setelah dewasa, Teredo navalis menjadi makhluk mirip cacing. Pada saluran pencernaan nya terdapat kelenjar yang mampu menghasilkan enzim selulase. Dengan ezim itulah kayukayu yang telah dilumatkan dengan gigi kiirnya dapat dicernakan.
Adaptasi ikan terhadap salinitas (kadar garam)
Di alam terdapat dua macam perairan yang berbeda kadar garamnya, yaitu perairan laut dan erairan tawar. Air laut mempunyai kadar garam yang lebih tinggi daripada air tawar. Ikan yang hidup di air laut dan air tawar masing-masing memiliki cara adaptasi yang khusus. Ikan air laut tidak dapat bertahan hidup, jika dipindahkan ke air tawar, demikian pula sebaliknya.
Ikan air laut mempunyai cairan tubuh berkadar garam lebih rendah dibandingkan kadar garam di lingkungannya. Ikan tersebut beradaptasi dengan cara selalu minum dan mengeluarkan urine sangat sedikit. Hal itu bertujuan untuk menjaga jumlah cairan yang berada di sel-sel tubuhnya. Garam yang masuk bersama air akan dikeluarkan secara aktif melalui insang. Tetekanan osmosis sel-sel tubuh ikan air tawar lebih tinggi dibandingkan tekanan osmosis air di lingkungannya, karena kadar garam sel tubuh ikan air tawar lebih tinggi daripada kadar garam dilingkungannya. Menurut hokum osmosis, larutan akan berpindah dari yang bertekanan osmosis tinggi (pekat). Dengan demikian banyak air yang masuk ke tubuh ikan melalui sel-sel tubuh ikan. Untuk menjaga agar cairan tubuhnya tetap seimbang, ikan tersebut beradaptasi dengan cara sedikit minum dan mengeluarkan banyak urine.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Adaptasi Fisiologi pada Makhluk Hidup

  • Adaptasi Tingkah laku Adaptasi Behavioral Makhluk HidupAdaptasi tingkah laku mudah kita amati karena berupa perubahan tingkah laku untuk menyesuaikan lingkungannya agar tetap terjaga kelangsungan hidupnya. Beberapa contoh ad ...
  • Sistem Ekskresi Pada ManusiaSistem Ekskresi Pada Manusia Proses pengeluaran zat pada manusia dibedakan menjadi defekasi,sekresi,dan ekskresi. Defekasi adalah  proses pengeluaran sisa-sisa pen ...
  • Indra Pembau (Pencium) pada ManusiaIndra pembau pada tubuh kita berupa hidung. Di dalam rongga hidung bagian atas terdapat serabut-serabut saraf pembau dengan sel-sel pembau di ujungnya. Serabut-serabut s ...
  • Adaptasi Morfologi pada HewanAdaptasi morfologi merupakan bentuk adaptasi pada makhluk hidup yang paling mudah kita kenal. Sebab adaptasi morfologi berkaitan dengan bentuk tubuh organ bagian luar. ...
  • Macam-Macam NeuronMenurut  fungsinya , neuron dibedakan menjadi tiga macam yaitu neuron sensorik, neuron motorik, dan neuron asosiasi. Neuron sensorik juga disebut sel saraf indra, k ...

0 comments:

Post a Comment