Belajar di mana saja, Kapan saja, Dengan siapa saja

Thursday, July 17, 2014

Sistem Saraf pada Manusia

Sistem saraf sangat berperan dalam iritabilitas tubuh. Iritabilitas memungkinkan makhluk hiduo dapat menyesuaikan diri dan menanggapi perubahan-perubahan yang terjadi di lingkungannya. Jadi, iritabilitsnya adalah kemampuan menanggapi rangsangan.

Sistem mempunyai tiga fungsi utama, yaitu menerima informasi dalam bentuk rangsangab atau stimulus, memproses informasi dalam bentuk rangsangan atau stimulus, memproses informasi yang diterima, serta member tanggapan (respon) terhadapt rangsangan.

Sel saraf (Neuron)
Unit terkecil penyusun system saraf adalah sel saraf disebut neuron. Setiap satu sel saraf (neuron) terdiri atas bagian utama yang berupa badan sel saraf, dendrite, dan akson.
Badan sel saraf adalah bagian sel saraf yang paling besar. Di dalamnya terdapat nucleus dan sitoplasma. Di dalam sitoplasma terdapat mitokondria yang berfungsi membangkitkan energy untuk membawa rangsangan.
Dendrite adalah serabut –serabut yang merupakan tonjolan sitoplasma dan berfungsi untuk menjalarkan impukus saraf menuju ke badan sel saraf. Dendrite merupakan percabangan dari badan sel saraf yang biasabya berjumlah lebih dari satu pada setiap neuron.
Akson atau neurit merupakan tonjolan sitoplasma yang panjang (lebih panjang daripada dendrite), berfungsi untuk menjalarkan implus saraf meninggalkan badan sel saraf ke neuron atau jaringan lainnya. Jumlah akson biasanya hanya satu pada setiap neuron. Di dalamnya terdapat benang-benang halus yang disebut neurofibril. Dibagian ujung yang jauh dari badan sel saraf terdapat cabang-cabang yang berhubungan dengan dendrite dari sel saraf yang lain. Akson terbungkus oleh beberapa lapis selaput myelin yang banyak mengandung lemak. Selapit myelin yang paling luar disebut neurilema. Lapisan tersebut berfungsi untuk melindungi akson dari kerusakan. Sel Schwann membentuk jaringan yang membantu regenerasi neurit. Sehubung eilin bersegmen-segmen. Lekukan di antara dua segmen disebut nodus ranvier. Nodus ranvier berfungsi mempercepat transmisi implus saraf. Adanya nodus ranvier tersebut memungkinkan saraf meloncat dari satu nodus ke nodus yang lain,sehingga impuls lebih cepat sampai pada tujuan.
Pertemuan antara serabut saraf dari sel saraf yang satu dengan serabut saraf dari sel saraf yang lain disebut sinapsis. pada setiap sinapsi terdapat celah sinapsis. sinapsis juga sebagai penghubung antara ujung akson salah satu saraf dengan ujung dendritsel saraf yang lain. Pada bagian ujung akson terdapat kantong yang disebut bulbus akson. Kantong tersebut berisi zat kimia yang disebut neurotransmitter. Neurotransmitter dapat berupa asetilkolin dan kolinesterase yang berfungsi dalam menyampaikan implus saraf pada sinapsis.


Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Sistem Saraf pada Manusia

  • Perubahan Wujud ZatPerubahan wujud Suatu zat tidak selalu tetap beada dalam wujudnya. Namun, suatu ketika zat dapat mengalami perubahan wujud menjadi wujud lain. Sebagai contoh: air dap ...
  • Alat Indra pada ManusiaManusia sebagai salah satu anggota kelas mamalia mempunyai lima macam indra, yaitu indra penglihatan, pendengaran, peraba, pembau, dan pengecap. Dengan memiliki indra te ...
  • Adaptasi Fisiologi pada Makhluk Hidup Berbea dengan adaptasi morfologi yang tampakdari luar diri makhluk hidup, adaptasi fisiologi tidka begitu tampak sehingga sulit mengenalinya. Hal ini karena berkaitan de ...
  • Wujud Materi dan PerubahannyaWujud materi dan perubahannya Gas Gas mempunyai susunan molekul yang berjauhan serta memiliki kerapatan rendah/tidak memiliki volume dari bentuk tetap/selalu bergera ...
  • Peranan Perkembangbiakan Makhluk HidupSemua makhluk hidup mempunyai kemampuan berkembang biak. Ada jenis makhluk hidup yang hanya berkembang biak satu kali dalam masa hidupnya, seperti sawi, wortel, dan kol. ...

0 comments:

Post a Comment